Rabu, 23 Oktober 2013

perasa yg sensitif

Aku seorang perencana. Itu tugas dan naluriku.
Kamu, navigator andal paling manis yang siaga
menyadarkan bahwa semesta tak melulu sesuai
dugaan.

Aku menganggap diri ‘the woman with the plan’, terlalu
pemikir. Tapi kamu selalu mengingatkanku semuanya
lebih indah mengalir.
Menunggu yang tidak pasti itu melelahkan. Tapi
menghadapi dunia yang tidak menentu, denganmu
aku ingin terkejut bersama.


Aku terlalu takut kehilangan. Namun kamu
meyakinkan, bahwa yang bersama kita saat ini adalah
yang dianugerahkan.

Aku bersikeras masa depan bisa direncanakan. Kamu
mengingatkanku takdir tak bisa dielakkan.
Kamu bilang, waktu paling berharga adalah saat ini.
Maka bagiku, kamulah yang paling berharga, karena
masih bersamaku sampai kini.

Katamu, masa depan tak pernah pasti. Tapi yang
pasti aku hanya ingin memastikanmu menjadi masa
depanku. Itu pasti.


Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa mencinta
itu berarti juga mengingatkan. Tetaplah saling
menggenggam tangan. Dan sekali lagi, mari kita
terkejut berdua, menghadapi dunia yang tidak
menentu akhirnya… sampai kita renta.

3 komentar:

  1. Aku bersikeras masa depan bisa direncanakan. Kamu
    mengingatkanku takdir tak bisa dielakkan.
    Kamu bilang, waktu paling berharga adalah saat ini.
    Maka bagiku, kamulah yang paling berharga, karena
    masih bersamaku sampai kini. ( itu nyes men :") )

    BalasHapus