Selasa, 27 Mei 2014

sepertiga malam

Hanya denting suara jarum jam yg terdengar begitu jelas ditelinga saya
KOSONG.. SUNYI.. SEPI..
Kumulai rebahkan tubuhku diatas kasur kamarku dengan nyala lampu yg redup tidak begitu menyilaukan
Memandang.. memandang.. dan terus memandang
Kuterus tatap langit-langit kamarku hingga pada akhirnya pandanganku kabur .. samar-samar dan yg ada hanya pandangan dan pemikiran yg kosong..
Aku ingin menyampaikan apa yg ingin aku sampaikan, tetapi bukan dengan seseorang tentunya..
Dan mulai aku menuliskan di dalam blog ..



Malam ini aku tak akan mengkhawatirkan yang tak bisa kulakukan esok pagi, tapi mensyukuri yang telah kulakukan hari ini.

Mana mungkin selimut tetangga Hangati tubuhku dalam kedinginan Malam malam panjang setiap tidurku Selalu kesepian

kesepian bukan sekedar rumor, selepas senja, malam melagu sendu tentang rindu yang tak diberi temu. Puisiku membisu.

malam kian larut. Larut dlam kesepian hdup tnpa tabatan hati yg tlah pergi meninggalkanku

Sudah mulai terbiasa dengan kesepian tiap malam.. Dan saya takut saya mulai mencari perhatian dari orang lain

Andaikan malam yang sepi dapat bicara mungkin aku takkan kesepian

Jika malam adalah wujud dari kesepian, aku akan menjelma menjadi hujan supaya kamu tidak sendirian.

Jika malam adalah suasana kesepian, maka biarlah aku menjadi awan yang menyembunyikan kesedihan.

Pada tepian malam, kulabuhkan rasa kesepian, sebelum esok karam jadi puing-puing kebahagiaan yang tak ditemukan.

Suatu siang sebelum senja, nampak awan bermuram durja, bukan kerana malam tapi mungkin kesepian yang ia kuatirkan.

Dingin malam ini semakin menusuk tulang. Kesendirian adalah kesepian. Maukah kau jadi selimut penghangat diriku

Malam kau bawalah rinduku Untuk dirinya yang jauh dari ku Agar dia tidak kesepian Selalu rasa ada cinta agung

Mainkan gitar di tengah malam.. Menatap langit yang kesepian tanpa bulan dan bintang

Jika malam tak selalu bisa menyembunyikan kesepian.. Haruskah kita tersenyum sembari menatap bintang?

Malam pun bercerita lagi. Tentang kenang. Hujan. Aroma tanah. Basah. Kesepian mengantarkan dingin dengan kesunyian paling gigil. Menggenang.

Jelas terasa kesepian, Kian terulit malam tanpa bintang, Cahaya kurang terang.

Jika malam adalah rasa kesepian, aku siap menjadi awan untuk menemani kesunyian.

berakit-rakit kita kehulu, berenang kita sampai ketepian... ayo segera kita ke penghulu, agar tiap malam gak kesepian

Sejujur-jujurnya malam, ialah ketika ia membisikkan kesepian di dalam kalbu, lalu menertawai dengan gemuruh rindu.

Ini tentang malam yang terlalu dingin untuk dibicarakan. Tentang kesepian yang tak pernah bosan memeluk kesendirian

Ketika engkau merasa kesepian dan menyendiri, percayalah Tuhan selalu ada dan setia menemanimu. Selamat Malam

Bulan.Jangan pernah engkau hilang dari langit malam, karena itu akan membuat Bintang kesepian ...

Seperti malam-malam biasanya, sendiri kesepian tanpa dirimu..

Penyair itu bergetir hatinya; menyiarkan syairnya yang penuh luka, pada angin malam yang kesepian

Kau adalah sebuah simbol dalam kesunyian yang disamarkan pada heningnya malam yang bercerita tentang kesepian.

Membahagiakan orang lain itu ibadah. Dan menghibur jiwa-jiwa yang kesepian di malam minggu adalah salah satunya

Dulu aku senja yang selalu kau nantikan disaat datangnya kesepian. Dulu aku malam yang selalu menemanimu bersama bintang-bintang.

Aku tabur bintang di langit malam. Untuk kau lihat saat kau sedang kesepian. Sebagai pengingat bahwa kau tak pernah sendirian.

dulu, ketika malam tiba kita melawan kesepian dengan pertemuan; kita mencipta duka hari ini mengenang segala bahagia yang paling luka.

Cinta dapat mengubah kesepian menjadi kegembiraan, menghalau kesepian malam sebagaimana alunan musik.

Malam berhujan jauh lebih menyedihkan. Sebab aksara terpaksa menyaksikan bait-bait puisiku sekarat dalam kesepian.

dan petang berpulang ke malam. menuju gelap. menghampiri ketiadaan. sementara rindu kian mencekam. menangisi kesepian. sesenggukan sendirian

Andai bulan bisa bicara, mungkin aku takkan kesepian. Andai malam bisa mengerti aku,mungkin aku takkan bersedih.

Jadilah seperti malam. Selalu hadir untuk membungkus kesepian dan selalu merelakan dirinya terhapus oleh kehadiran pagi.

Jika kau tiba jelang lah sinar malam ku yang kesepian , moga hangat nya rasa asmara kasih hulur kan cinta mu .

Tak ada yang lebih membahagiakan daripada dua hati yang dipisahkan namun tetap saling mendoakan pada malam-malam yang kesepian.

doaku malam ini, sampaikan maafku kepada Tuhanmu yang lebih mencintaimu, aku hanya cermin yang kesepian tanpa wajahmu.

malam kian larut. Larut dlam kesepian hdup tnpa tabatan hati yg tlah pergi meninggalkanku

Bulan.Jangan pernah engkau hilang dari langit malam, karena itu akan membuat Bintang kesepian

Malam berpaling dari kehangatan, sementara aku; dipeluk dinginnya kesepian.

Malam kau bawalah rinduku untuk dirinya yang jauh dariku. Agar dia tidak kesepian selalu rasa ada cinta aku

Demi Langit malam,bintang~bintang bertaburan, syair sepi kesepian dilantunkan seumpama semilir angin yang menyejukkan jiwa

Ajari hati agar tak merasa kesepian, pada malam selalu ada rembulan. Pada kehilangan selalu ada kenangan, pada airmata kita menemui Allah

Hening demi sepi menemaniku malam itu. Ketika tangis tidak bisa berbuat apa-apa, aku menahannya demi sesuatu yang bisa menoleh kapan saja.

berjodohlah kamu pada bulan malam ini dan aku akan bahagia berdoa agar kamu menemani ku setiap hari berganti malam yang sepi..

Minggu, 12 Januari 2014

BW-

Aku pernah begitu jatuh, lupa cara untuk bangkit dan berjalan lagi. Pernah begitu terpuruk dalam kesedihan-kesedihan atas pengkhianatan dari indahnya setia yang aku jaga rapat-rapat.
Lalu kau datang. Tak menawarkan apa-apa selain pundak dan dada yang melarungkan kesedihan-kesedihan.
Dan aku jatuh telak dalam dekapmu. Dalam pelukan lengan yang terbitkan hangat di dalam dada. Dalam bisik peluk paling puisi yang membuatku merasa begitu dicintai. Dan aku tak merasa harus bangkit dari sana, tak merasa harus pergi dan berjalan lagi.
 
Sayang, betapa pelukmu adalah obat bagi rinduku yang pesakitan.
Betapa tawamu mampu hadirkan cahaya pada gulita yang membutakan.
Betapa kau begitu memesona bagi hatiku yang rapuh untuk kembali jatuh cinta.
Sungguh semesta mempertemukanku padamu agar aku belajar cara bersyukur.
Maka, jaga dirimu dan rindu (kita) yang mengungkung dadamu baik-baik, sampai semesta mengizinkan temu dan berjanjilah, saat (pertemuan) itu terjadi, kau dan aku akan sama-sama membunuh rindu dalam dekapan-dekapan yang dicatat semesta sebagai terang bagi bintang-bintang baru. Berjanjilah untuk ikut menyaksikan rindu yang mengusik kita selama ini mati satu-satu.

Kamu..
Terimakasih untuk datang di waktu yang tepat.
Terimakasih untuk tak pergi dan memilih memperjuangkan.
Terimakasih untuk mengingatkanku bagaimana cara jatuh cinta.
Kepada laki-laki yang paling pandai menyesaki dadaku dengan debar bahagia dan rindu, aku sayang kamu.






                                                                                                                                                 -BW-